sebentuk emosi untuk dia.

December 29th, 2006

benamkan bunyi

menuntun malam ketengah hening yang terlalu dingin,

paras ini kemilau karena cerlang jiwa kita yang indah..

tapi aku terlampau parau untuk bernyanyi

bukankah berbisik selalu lebih baik saat tersembunyi?

kenapa kau begitu terobsesi pecahkan teka-teki dibalik senyum monalisa? menolak dan mengutuk keterlibatan logika?

: apa kau sudah gila?

biarlah airmata yang lembabkan hati tiap katamu keringkan rindu.

hh,.

betapa cinta ini berat

jika malaikat dengan segala sayapnya yang mewah saja tak kuasa bawaku terbang,

padahal mereka tak tahu saja,

sampai kapanpun aku memang enggan pergi

aku selalu mau pulang ke hatimu, bermalam tanpa tahu pagi datang..

bahkan aku tak tahu

apa kau sadari

bahwa kau adalah mimpiku,

(tahukah kau?)

hei lihat,

bulan penuh.

merahasiakan kepergian senja yang mendadak tua,

membuatku tersihir kerling purnama

lalu kenangan menghantamku

rebah,

luka

hampir saja aku sudahi sendiri nyawa ini,

tapi aku masih ingin bercinta denganmu

sampai bosan

sampai ada yang lebih mematikan

berdua, bertiga?

ssh, ada suara

ada Dia

ada

yang terakhir kuingat

hanya hangat

yang mengaliri pelipis,

gelap

ringan

hitam

dan mataku terpejam.

-untuk semua hasrat hitam yang hilang-

23122006

.. larut.