Pagi, Fransisca.
31 Mei 2008
10:04 WIB
"i’m closing my eyes now & praying so hard that you do great in your finals. though i know you’de pass with excellent grades, so don’t worry. stay calm. you know i love you :)"
——
31 Mei 2008
12:24 WIB
"chere syl, je te remercie pour ton appui.. il aide! tu est tres gentille, mademoiselle! merci beaucoup, mon amie.. bisou :*"
—–
hey, salah satu sahabat yang paling kusayang sedunia!
kamu pasti lulus dengan gemilang, Fransisca.
ah, kamu selalu bisa.
Uncategorized | Comment (0)Alex. Alex? Alex!
tadi pagi,
aku dengar kabar dari orang ke-empat waktu kamu jadi yang pertama,
dulu. waktu itu, ingatkah kamu?
beribu kilo ke arah utara dari tempatku berdiri,
masihkah disana rasa itu menanti?
hujan turun di tempatku, Alex
dan tiap unsurnya mengingatkanku padamu
kita selalu berhenti, duduk berdua dalam mobil merah itu,
diam saja saling menikmati kehadiran separuh masa depan ketika jutaan bulir basahi atmosfir,
dulu. waktu itu, ingatkah kamu?
—
disini ada kesempurnaan yang hampa, Alex.
bagaimanapun aku memicingkan mata mencari celah paradigma baru,
tapi padanya, yang aku lihat tetap matamu.
tetap bagaimana senyummu menghangatkan seluruh isiku.
ah, Alex.
betapa keberadaanmu masih terlalu nyata
aku masih hafal aroma itu, nafasmu masih menempel dikulitku
warna mata dan senyummu yang terlampau mewah
mampu menyesatkanku melawan segala retorika.
berdua.
dulu. waktu itu, ingatkah kamu?
—
lalu sejak kapan jarak jadi sesuatu yang membuat kita jauh?
kamu selalu disini Alex, selalu kupaksa masuk bersama udara
karna kalau tidak, bagaimana mungkin aku bernafas seperti biasa dan berpura-pura sudah lupa
pada kita; saat aku bisa mencaci semua orang yang mengatakan
‘tidak ada yang sempurna!’, aku melihatmu dan patahlah logika
dulu. waktu itu, ingatkah kamu?
—
sudah kukatakan kepadamu bukan,
cinta ini berat. karena terlalu dalam,
terlalu rahasia.
tidakkah kamu kasihan melihat dia?
karena apapun yang dia cipta agar aku merasakan seperjuta rasa nyaman saat bersamanya,
karena berapa puluh jam-pun dia menunggu,
yang sempurna untukku, Alex, hanya kamu!
—-
with the most sincere manner to a chapter of unerasable history,
it’s all still here, Alexandre.
please, let me go.
Uncategorized | Comment (1)ih.
masya Allah, Tuhan, sakitnyaa..
;(
tapi syl pasti bisa nglewatinnya.. ‘kan?
Uncategorized | Comment (0)time-out.
i need this to stop.
i don’t care if it’s temporary (or permanent, for the worst case)
but i need my me-time now.
space to straighten things out.
define feelings and thoughts -alone.
that scheme of us i have is blurred now,
maybe you mess with it too much it dazes.
Uncategorized | Comment (0)this is to the next while,
This relationship has reached the level of exhaust.
So I will force everything in me to be numb for a while;
not giving a damn about anything and living life in a carefree way, after months of trouble.
Oh, and don’t question the motives. This is just me being accommodative to what you want; for us to still go on, to stay where we are, back to the comfort zone we share.
You know what they say about time away makes the heart grows fonder.
Let’s see if that works with us.
“..Can’t waste time, so give it a moment
I realize: nothings broken.
No need to worry ‘bout everything I’ve done
Live every second like it was my last one..
Don’t look back,
I got a new direction
Loved you but this needs protection
You’re still a part of everything I do
You’re in my heart, I’ll always have you..”
We’ll be fine.
In the meantime, let’s go back to where we were before all this, separately.
I’ll get back to you when I’m ready.
So for the next days, just for the record and incase you’re wondering, I still care. For that, i can promise you.
Sleep well, dear..
Uncategorized | Comment (0)hrrgh. blunder.
(chatting di YM mode: on)
–PART ONE
gw bilang sama X kalo gw mau off,
X nanya knapa?
gw bilang males nyapa seseorang
X: oke..
–PART TWO
A salah nulis instant message yang buat gw di window chatnya X: "eh mi, masi online kan?"
X: "..silmy ya?"
A: "iya"
X: "eh, katanya dia lagi males nyapa seseorang tuh"
A: "iya, dia pernah bilang.. emang siapa?"
X: "nggak tau."
A: "bntar yaa.."
–PART THREE
(saat mau invis tadi, gw bilang ke A, yang juga temennya si X)
A: "mi tanya knapa invis?
lagi males nyapa seseorang.
A: siapa?
karna ngrasa nggak penting untuk nggak dijawab juga; ’si X’.
A: oh iya? bneran? bilangin yaa.
karna ngerasa nggak mungkin A bilang juga ke X; ‘bilang aja’
–PART FOUR
A: "eh, katanya elo tuh!"
X: "hah? dari mana? kapan?"
A: "dari dia, ini, barusan"
(padahal gw bilang sama si X kalo gw mau tidur dulu so gw off 30 menit yg lalu)
X: "….."
———————
GUBRAK.
knapa mesti bilang sih?
oh God i’m sooo busted.
hey you, i’m sorry.
i’ll explain everything the nextime we meet. promise.
x(
pondok indah-permata hijau: oh happy day! :D
jadi hari ini, walau harus membatalkan appointment dengan sahabat gw (lo emang paling akomodatif sedunia, kay!haha) akhirnya bisa pergi with my girls jugaa.
ahaay, senaaang!
jam 11 jemput yuris, nyun, & yuli di margo, trus nyamperin ychan (yang baruuu aja bangun, itu juga karna kita sibuk nelfonin dia. haha kbokuu!) ke rumahnya.
nonton hope & faith sbentar and off we go.
nyampe di pim,
kita berlima muter-muter bentar, trus split, gw sama iyul ke sushi tei, ychan, nyun, sama yuris beli tiket nonton di xxi dan makan di tamani food-court.
45 menit kemudian, gw dan iyul nyusul ke food court & kita ngobrol-ngobrol seru for a while disana, tapi karena makin siang makin banyak orang yang dateng & nungguin tempat duduk, kita akhirnya pergi juga, shalat & langsung mnuju xxi.
kita nonton what happens in vegas, a romantic comedy starring ashton kutcher & cam diaz. filmnya menghibur bgt! hoho. (nyun: "uuhh.. jadi pengen nikah.." haha!)
ga lama stelah filmnya selesai, mamanya ychan jemput, dan kita langsung mnuju pancious, a good pancake house somewhere at permata hijau. gw recommend deh. tempatnya oke & pancakenya juga enak. kapan-kapan lagi ya tanteee
darisitu, kita all head home,
sepanjang jalan ngomongin & bcanda-bcandanya ga jauh-jauh dari cinta. haha. sooo predictable, huh? mulai dari gossipin tante-tante kapolsek yang kmaren caught-in-the-act sama om-om kapolsek di motel yang sempet heboh itu (tau kaan?), personal questions tentang kriteria suami ideal, sampe ngebahas lagu-lagu cinta (sampe nyebut merk, ya riz? thanks lhoo.)
gw di drop di daerah rancho,
tapi since my parents have been abroad lately so i have the cars & the drivers to myself, it’s been a while gw nggak naik angkot. so it’s nice going back to naik 19 yang super ngebut, buka jendela lebar-lebar & feel the wind on my cheeks. nggak nyangka bakal kangen ngangkot. hehe..
pas nyampe rumah, buru-buru online mau nge-post ini,
tapi berhubung ada teman-teman yang dengan baik-hatinya mengingatkan gw suruh bikin power-point untuk presentasi MOW besok, (blum tentu maju juga sih, ntar dipanggil on-the-spot. kejaaam..) yaudah, gw nggak lama dan langsung ngerjain. tapi gwnya teh ngedit-ngedit foto, chatting sama widya, kay & ka rania bentar dulu, makanya baru beres sekarang deh. dasar gw procrastparah! x)
ih. seneng banget deh hari ini.
udah lumayan lama nggak jalan sama anak-anak.
well, nggak juga sih. sering. tapi kayaknya kalo jalan sama mereka, i’ll always feel better, so can’t ever get enough of them
i had a blast, hope you girls did too.
sayang kalian bgt bgt ah, sunflowers!
*peluk peluuuk*
Uncategorized | Comment (0)10:22 -00:47
"aneh-aneh aja sih, mi. lagi enak-enaknya juga.."
"apanya?"
"ya ini, kita.."
….
"maunya gimana? yang nyaman buat lo gimana?"
"maunya yang sama-sama nyaman."
"ini gw nyaman, mi.. lo maunya kita gimana?"
"maunyaa.. nggak tau. but i do know what i don’t want."
"apa?"
"ini, kita, jadi beda. i can’t afford it kalo ini berubah. kalo kita berubah."
"ya pasti berubah, mi."
*tahan nafas*
"apanya sih, ***? tuh kaan.."
"ya pastilah. kan biar lo nyaman.."
"ihh, biar sama-sama nyaman!"
"iyaa. yang nyaman buat kita."
"tapi i want you to promise me something."
"apa?"
"berubah, pasti. faham. tapi jangan berubah ke yang negatif yaa. ntar nggak ngomonglah, gitu-gitu. takut."
"ya nggaklah, mi. nggak. janji, nggak bakal kayak gitu kok."
"tapi.. lo juga janji ya."
"apa?"
"ga berubah ke arah yang negatif.."
–silence–
"nggak akan berubah ke arah yang negatif."
"hmm.."
"***, maaf ya."
"untuk apa?"
"for bringing up this topic. nggak nyaman banget deh ngomongin ini. maaf ya. harusnya gw nggak ngebahas."
"ya nggaklah. bagus malah. jadi introspeksi. ini
kayak pintu, sekalinya udah kebuka, gw jadi tau bentuk kuncinya, gimana
bukanya, bentuk pintunya kayak apa..ga perlu minta maaf. gw jadi tau, kalo slama ini, ini nyaman buat gw, tapi gw ‘kan ga tau kalo lo ngerasa gitu.. jadi ya gpp. biar lo-nya nyaman.."
–HHH..—
"hmm.. padahal gw juga tau, ngerasa, kok. kalo kita emang lagi enak-enaknya.. tapi masa’ mau berenti disitu?"
"berenti? siapa yang bilang mau berenti sih?!"
"oh, bukan, bukan. maksudnya, ‘kan kalo bisa supernyaman, knapa harus berenti di level ‘nyaman’? gitu, maksudnya, ***"
"hoo. mmm.. yaudah. dicoba ya. kita jalanin aja dulu."
"jalanin aja gimana sih, ****?"
"yaa, kita jalanin aja dulu. gw ada buat lo, lo ada buat gw. oke? santai aja ya mi.."
"iya, i’ll try."
"hahaa. yaudah, tidur ya. 18 menit lagi jam 1."
"iya. thanks for calling.."
"iya.."
"daaah.."
"daah.."
—-
anywaay..
akhirnya si temen gw itu nelfon, dari piala uber selesai, sampe mau jam 1 tadi.
hmf. insha Allah sih beres, doain aja.
’cause really, baby, i can’t afford losing you.
pembicaraan lebih lanjut emang sengaja nggak dicantum,
karena gw rasa -dari awal- bukan konsumsi publik. hehe
but for sure, ***,
i’m not giving this up. apalagi ‘berubah’.
i can’t afford not having you.
Uncategorized | Comment (0)RELEASE!
ah gila, jam 07:00 pagi dini hari. (haha. khusus weekend, jam 07:00 itu dini hari, cuy, dini hari.)
udah buru-buru mandi, express manicure, dan pilih outfit buat siaran morning blast di rtc.
nyampe disana, ternyata si anya (temen siaran gw) nggak bawa bahan untuk siaran. jadilah kita puter otak ngomong soy-to-the-toy (sotoy mode: ON banget) tentang:
thomas-uber cup, (damn damn damn, vita marissa & lilyana natsir, you girls are my heroo!),
*ironman (oh robert downey jr. what did you do to yourself?),
*zodiac (jadi, virgos: go with the flow aja ni? sounds familiar..haha),
*quotes of the day (wolfgang amadeus mozart, i can’t agree more, it’s love, love, love that brightens a person :)
and chit-chat about gimana sih tips & tricksnya kalo lagi ribut sama sahabat (halaah, curcol!)
anyway, abis siaran, gw online pake LAN rtc yang akhirnya terbukti bahwa si kak pepi mengutak-atik ipconfig ‘run’ gw dan sekarang mnyulitkan gw untuk online dirumah *keluhh*
anywaay.
slesai siaran gw ciao ke pim, ada appointment sushi sama ka rania.
dia telat sih, sebentar.. say, 1.5 hourish? hehe
so after sushi and talks about him etc., we took a walk around pim, looked at movies, clothes, gossiped, tried to look for a quite secluded place to light up a cigarette and we ended up at secret recipe.
ka rania: "jadi sbenernya lo sama dia gimana syl?"
and guess what? i cried. HAHA. lamaa.
cerita panjang lebar, tapi bisa ngebayangin nggak sih? nangis! man, me? crying? in front of -freakin’- public?
now that don’t happen often.
pokoknya gw katarsis bgtlah.
semuanya, keluhan, ketakutan, andai-andai, semuanya deh.
hal-hal yang nggak mungkin gw sampaikan ke ’sembarang wadah’ i spill out, get it off my chest.
alhamdulillah, jadi lega, banget.
thank you sist, you are beloved and adored, you know that.
muter-muter jalan-jalan lagi trus laper..
akhirnya makan malem di sushi tei lagi, HAHA.
kayaknya bakal jadi pelanggan of the year nih gw. ampe bosen mbaknya.
-
hey you.
i am here for you, though i don’t say it verbally,
but for this, i promise.
02:55 dini hari
relieved.
Uncategorized | Comment (0)current status.
things could get worse.
far worse than this.
but i told you before, right?
life is tough,
but i’m tougher.
all i have to have is faith.
and.. you.
so baby, thank you for dealing with me and staying with me through all this.
Lantai 2 gd. Pusgiwa Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
10:49
BRING IT ON.