uh-oh.

June 28th, 2008

my cell rang last night.

it was from a hidden id.

i answered, and i noticed his ‘hello’.

i didn’t breathe. he wants to meet.

oh dear lord.

he’s back.

someone save me. or kill him.

eitherway. quick.

saturday stayhome splendour..

June 28th, 2008

today is stay-home day for me.

feels kinda weird since i hardly have the time to.

well, yesterday, supposedly, i joined my awesome BEM’s mid year trip to cibodas, but then again, my beloved father heard about this and called me from kuala lumpur international airport and told me i couldn’t go. he didn’t permit me.

sheesh.

so well, just like a perfect daughter would do,

i said okay & unpacked my bags and stayed home.

hmf. i would love having me as a daughter :D

anywaaay. on the bright side,

akhirnya gw stay at home today and have my own dvd-day in that i wanted to do for soooo long.

my sist gave me the whole season of smallville, dhw, and the O.C.. while she went out for a reunion with her highschool friends somewhere at semanggi.

plus, i get to go the salon at the afternoon, incase i’m too darn lazy to clean myself up. and i get to ask my mbaks to cook whatever it is my tongue desires.

and later in the afternoon,

there’s a party to go to! yay! meet new fine, fine, men, shall we? haha

so that’s pretty okay for my first stay-home-saturday in a while.

ah. now ain’t life grand?

i guess it always is if we’re as grateful :)

riddicule, sunrise!

June 27th, 2008

a piece of a conversation i had with a friend very early in the morning;

"ih bangga banget deh, lo kok udah bangun?"

"nyokap ‘kan baru pulang.."

"oh iyaa. dari mana deh?"

"palembang.."

"hmm.. bilangin ‘welcome back home, tanteee!"

"nih, ngomong sendiri ya?"

"ya nggaklah! ga mau! eh! jangaan!"

"hahahahaa!"

"siyalan lo. nggaklah. nggak enak. kan nggak kenal. udah, lo sampein aja.."

"makanya kenalan. ya? kenalan ya?"

"nggak mauu! ih. takuut.."

"hahahaa.."

"udah, bilangin aja. ‘mam, tmen aku, silmi, bilang welcome back home, tantee!"

"nggak mau. lo aja ngomong sendiri ya? ayo dong. nih.."

"eh! oh my God! jangaaan!"

"hahahaaa!"

"hhh.. bilangin aja kayak gitu.."

"nggak ah, bingung ntar kalo dia nanya ’siapa?’ gimana?"

"yaelah jawab aja ’silmi, temen aku’..emang mau jawab apa?"

"ya, tapii.."

"ah. apaan si lo. udah, sana, bilang.."

ngomong sama mamanya

"mmm.. mam, katanya welcome back home, tante.."

mamanya: "kata siapa?"

"silmi.."

"oooh.."

"lah, kok ‘ooh’? emangnya..?"

"hm.."

"oohh.."

—–

HAHA.

jadi pengen tau knapa lo ngomong tentang gw ke nyokap lo..

hmm.. i wonder what she already knows about me.:D

take a deep breath,

June 26th, 2008

mungkin memang keputusan kemarin tidak sesuai harapan,

tapi kami percaya padamu.

sudah, tidak usah menengok kebelakang dan berandai.

waktu kita mengejar masa depan: sekarang!

—–

"ada yang mau disampaikan? silmi, mungkin?"

"hmm.. insha Allah, semua akan baik-baik aja. akan ada yg berubah, pasti. tapi kita, ini semua bakal baik-baik aja. karena kita disini ngerjain semuanya bareng-bareng. kalo udah sampe disini, dititik ini sih kita tinggal yakin aja. ini pasti jalan yang terbaik. hmmh.. insya Allah, bismillah.."

lalu kami semua menundukkan kepala,

berdoa dalam hati dan sesaat kemudian, kepala kami sudah kembali tegak,

dan kami saling menatap satu sama lain.

subhanallah, aku bisa melihat ada kekuatan baru ditiap pasang mata itu..

there’s no turning back, so let’s make the best out of this, guys.

kita pasti bisa.

pasti.

hey my fantastic fellows, chin up!

heavy.

June 25th, 2008

hmm..

oh, dari pergelangan tangan kanan.

Nana goes bananas!

June 25th, 2008

Yesterday, (buat orang-orang yang baik hati yang sudah menyempatkan diri membaca post yang ini, pasti udah tau.. Hehe)

Gw seharusnya siaran sama salah satu partner in crime gw, Nana. Ternyata, malemnya tuh dia baru bisa tidur jam 3, dan sepanjang kita ketemu yang hamper 4 jam itu bisa dibilang dia ngelindur 77%. Sumpah. Gw ngomong apaa, dia nanggepinnya apa. Ga nyambung abis. Dan menariknya, bisa liat ‘sisi lain’ dari dia yang aslinya cukup well-mannered. Sumpah. Lucu abis pokoknya.

Nih, gw mau berbagi sepotong aib kmaren. Ini ni lagi di Pizza Hut MagoCity, lagi mesen sarapan, tiba-tiba..

Nana: “Aduh, Mi. Gw udah ga bisa mikir nihh..” sambil males-males nyuapin fettucini ke mulutnya

Gw: “Hya’elah, Na. Lo tidur jam 3 ato ga tidur jam juga bego. Ga bisa mikir.. Haha..” semena-mena mencerca karena tau dia juga nggak bakal ngerti. Tapi gw nggak makan. Gw sibuk ngeliatin & ndengerin Nana. This is just too good to be let past by just like that. Ga pernah-pernahnya si Nana out of control gini.. Lagi mikir gini, tau-tau..

Nana: “Padahal ya, Mi, dulu nyokap gw suka ngasih gw makan lobster..

Gw: “TERUSSS?? HAHAHAHAAHAAAA..” mukul-mukul meja, ngakak sepuas-puasnya.. apa hubungannya coba tidur malem sama lobster? Buset. Ngelindur ++

Nana: “Ga cuma itu ya, Mi.. Gw juga dikasih makan telor kepiting..”

Gw: *sibuk ngakak*

Trus dia lanjut bilang ini..

Nana: “Tapi gw juga mendengar musik lewat angin..”

Sumpah, saking nggak nyambung dan anehnya, gw ampe berenti ketawa.

Gw: “HAH?? Oh my God. You definitely need to sleep. Okay. Let’s go home. Mbak? Bill.”

But keep a note, Na. I’d do this again, anytime. :D

Just what I need: you to refresh my morning.

June 25th, 2008

Someone dear to me texted me yesterday morning and wanted to talk. I can tell that person’s troubled. And unfortunately, I was right.

This whole thing is very confidential. So this is all I can say. In the midst of our heartalks, there’s a sentence that the person said that made my brain & heart smile. It was:

“.. Iya, Mi. Karena hati itu ‘kan tempat berebut pengaruh..”

Wow. I loved how that sounded and meant. Yes, my dear. It definitely is.

But baby, you’re on track. I know you can do this.

-250608

Cherie and Friends

June 25th, 2008

Ih kmaren handphone gw jatoh looh. Sediiiihh.

Ini pembicaraan antara Gw, Disa, Mia, sama Alitta 15 menit setelah si Cherie jatoh kmaren. Kita berempat ketemu di alfamart dan sama-sama menuju kelas gabungan eksperimen yang ada di aula.

Gw: “Ih sedih deh, teman-teman. Hp gw baru jatohh..”

Disa: “Iya? Kapan?

Alitta: “Mana, mana? Liat..”

Gw: “Ni, niih. Sampe leceeet. Bocel lagi tuuuh.. Huaaaa. Mau gantii!”

Mia: “Yaelah beb..”

Disa: “Mana bocelnya sih syyyll??”

Gw: “Iniiiii!” sambil kekeuh nunjuk & marah-marah karena stress ga ada yang dukung.

Alitta: “Buset. Ga ada apa-apanya juga..”

Gw: “Iya apa? Masa’ gitu, lo ga liat? Ini looh..”

Mia: “Bener deh, Syl. masa se-ucrut itu mau ganti?”

Gw: “Jadi menurut lo, gw ga usah ganti?”

Mia, Disa, Alitta: “Ya nggaklaaaah!”

Gw: “HMPH.”

Alitta: “Lagian ya, Syl. Hp gw aja udah serusak ini, gag anti-ganti. Dijual 100rb juga ga bakal bisa. Hahaaa..”

Mia: “Lah. Hp gw dong, suka vibrate sendiri ga berenti-berenti sampe setengah jam tanpa alasan.. Haha”

Gw: *mulai takjub* “Hah? Serius lo, Mhie?”

Alitta: “Hp ama yang punya sama aja.. Dudul”

Gw: “Lah tapi yang punya masih mending, vibrate-nya kalo ada stimulus. Hahaa..”

Mia: “Siyalan lo. Tapi iya sih. Hahaa”

Disa: “Kalah hp lo semua sama hp gw. Hp gw ga bisa sms. Trus ada nomer-nomer yang ke-blacklist. Jadi gw ga bisa nelfon atau nerima telfon dari nomer-nomer itu.. Hahaa”

Alitta: “Iya, kayak gw. Nomer gw di-blacklist, ga bisa ngubungin Disa”

Gw: *takjub* “Yaudah, lo menang. Gw ga jadi ganti..”

Mia, Disa, Alitta: “Hahahaaa..”

A few photos, and a dozen jokes to laugh our stomachs out in front of the Aula after, we went back in to experimental psychology class. Mas Aries must be missing us by now.

Cherieeee… never loved you more!

Ayo, Syl.. katanya mau belajar bersyukur? x)

Loved; An Episode

June 24th, 2008

Love Scene 1

Location: My house (my room, stairs, dining table, parent’s room, garage)

Time: from 6 something to 7 something

The sound of a received text message woke me up. I saw the message, looked at the time: six thirty four. I tossed the phone, and went back to sleep.

Another text message. Now followed by a call. It wrote “rtc.nanana”. now why on earth is nana harassing me so early? Do I owe her some money or something? … I quickly remembered that it was Tuesday morning, and only meant one thing: I am supposed to be on-air with her on 107.9 fm. Shit.

Saw the clock. Dear Lord! it’s seven o’clock in the morning. Mom calling me from the stairs. I answered her in a half-shrieking voice. I really don’t need extra pressure when I’m already in crunch-mode, right? Rushed, I got dressed (which still takes forever for me to choose which bag coordinates with the color of my clothes. Haha) and threw all my daily-used stuff to my little mud-brown LV bag and stormed down the stairs.

When I got down, Dad was sitting at the dining table drinking his morning tea and some French-toast. There were a few suitcases in several sizes lined up in the left part of the family room. Oh yeah. Daddy’s leaving for Kuala lumpur at eleven. Suddenly;

“Mimi mau kemana?” While he sipped his tea.

“Oh hey daddy. Siaran..” Walking towards him and grabbing a seat, reaching for my omelette.

“Ayah berangkat ke Kuala Lumpur ya..” He said.

“Oh iya. Jam brapa?” I asked him, making sure.

“Jam sebelas. Sebentar lagi mau berangkat. Mau mampir ke kantor dulu. Lagian, pasti macet ke bandaranya..”

“Hoo.. iya iya. Mama dikamar ya yah? Mimi mau pamit..”

“Iya. Tapi, euh, Mimi dianter aja deh sama Bang Rafiki *my dad’s driver*. Nggak apa-apa, Ayah nggak usah mampir kantor dulu. Nanti dari nganter Mimi, dia kerumah, Ayah langsung ke Bandara aja..”

“Ha? Are you sure? Mimi nggak apa-apa banget lho, Yah, naik ojek.”

“Ya jangan. Dianter aja..”

I knew Dad had to go to his office first everytime he needs to go outta town or abroad, ‘cause he’d have to leave pointers and to-dos to his staff to cover a few errands while he’s gone. And when he heard that I had to take an ojek ‘cause I was late for siaran, something he really dislikes me doing, he immediately offered the car to drop me at campus, neglecting his own needs. Ahh. My Dad isn’t the verbally-affectionate father-type. But he sure shows it by his gestures. Just like this one. So I hugged him, said thanks, and left. Nana is so waiting for me alone in the on-air cabin by now.

Have a safe flight, Dad. Come home soon. All well, safe, and with a handful of vincci’s and handbags, of course J

Love Scene 2

Location: on the road to depok

Time: seven something

Calling nyundulitaa..

“Hey syl. Knapa?”

“Morning silly. I miss you. Ke kampus nggak ntar?”

“Ke kampus dong, rapat ‘kan kita?”

“Oh iyaa. Oke. See you then deh ya kalo gitu..”

“Sipp.. Hey Syl?”

“Yeah?”

“I miss you more tauk. Hehe. Sampe ktemu yaa..”

*smiling* “Iyaa..”

—–

07:17

Text message

To: 0856917668**

“Naa..

Maav yaaa. Gw kesiangan lagii. Tapi sekarang udah otw kok.

Lo pasti benci banget ya sama gw? Maav beb. Ngebut kok. Sabar yaa x(”

07:21

Text message

From: 0856917668**

“Iya sayang, gpp. Iya nih, gw beci sama lo. Bener bener cinta. Hahay.”

*Smiling. Norak amat sih lo, Na? Tapi sumpah. I wouldn’t have you any other way. J*

Love Scene 3

Location: Lantai dua gedung Pusgiwa Fakultas Teknik Universitas Indonesia

Time: from eight fifteen to a quarter to ten

Lari-lari keatas.. si Nana udah di kabin siar, masuk-masukin playlist. Eh, pemancarnya bermasalah. Jadi nggak bisa on-air deh. Gondok tapi senang. Karena becanda-becanda sama Nana dan tuker-tukeran gossip tentang inGatg (internalGathering; acara tahunan yang diadain anak-anak ‘baru’ RTC untuk semua kolega di suatu tempat, over the weekend. Doing nothing but have fun. Sayang, gw nggak diizinin.. disuruh milih; inGath apa JTT BEM? Ya mnurut lo??)

Sampe suatu saat sebelum jam sepuluh, kita nyerah ngotak-ngatik mixer dan pemancar, kita tetep ga bisa nge-denger output lagu lewat radio hp. It means, mau kita koar-koar kayak apa juga percuma, nggak kedengeran ama GenMuda diluar sana. Ahahayy. So we decided not to go on ruining the very expensive behringer mixer, locked the cabin, and headed to MargoCity for breakfast..

On the way, at the car..

“Ih gw ngerasa gendutan banget nih, Na..”

“Apanya sih? Jadi tau, badan lo.”

“Ih sebel. Lagi gendutaaan..”

“Cantik, Mi..”

“Makasih, tapi tetep ngerasa gendutaan.. Huaaa..”

“Yang penting lucu orangnya. Bisa bikin orang lain seneng. Banyak yang sayang..”

*Hiii.. terharuu. Tiba-tiba lupa kalo lagi ngerasa gendut*

“Iya? Ahh. Lo sayang ama gue dongg?”

“Ya iyyalahh..”

“Kalo dalam skala 1 sampe 10?”

“Lapan setengah. Eh.. lapan koma Sembilan ding..”

*langsung meluk*

And we arrived, ate some delicious fettucini, bought breadtalk & nail-polish (since I was wearing a dark brown blouse and had light brown nail polish on, we headed to a store to buy dark ones. And a suede-ish pink one too, and Nana dropped me at Psiko again. Ahh. That’s was waay too much fun for one morning, but with her, I’ll always do it again J

Love Scene 4

Location: Lantai 2 gedung E Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan area parkiran mobil

Time: Between activities

Kak Ingke, Kak Mufti, Ne’, Rindy, Dhea semua nyapa ramah waktu gw masuk ke student center. Mereka lagi ngomongin hal-hal teknis soal welcome maba. I wonder why those two words sound so familiar x)

Gw disana janjian sama Kay, a bestfriend of mine, untuk ngelanjutin cerita-gosip-curhatan kita yang belum selesai kemaren (ada di post sebelum ini kok, kalo mau baca) tapi belum dateng. Itu jam 12 kurang, dang w ada rabid acara di h4. Hrgh. Again, dear, I kindly remind you that waiting can make me very, very, annoyed. So, the minute I thought of leaving the so-called appointment, he shows up. Cengar-cengir. Ergh. Kalo bukan sahabat gw geplak juga. (Bener ‘kan dugaan gw, ketiduran. Keboo.)

Karena nggak enak sama temen-temen acaraky yang hebat yang udah rapat dari pagi, gw bilang sama Kay untuk re-schedule lagi sesi cerita-gosip-curhat kita. As usual, dia nyuruh gw rapat aja dulu, and we can continue afterwards. Lo harus tau, itu jam 12 siang. Dan rapatnya tuh dijadwalkan sampe jam 3 sore. Gw udah bilang itu bakal lama banget, dan as usual, dia gpp. So again, like yesterday, he waited for me, doing apparently nothing. For 4 hours. Plus, karena gw manager basket, gw  harus nemenin anak-anak latihan jam 4 sore. Jadi gw baru ketemu dia jam 5-an. And still, a warm ‘welcome-back’ smile is the first thing I saw on his face when I got into the room that afternoon.

Oh, for the record, kita nggak jadi ngobrol banyak. Just a few quick trivias and jokes for a half an hour or so, karena gw udah dijemput si pak supir. Gila gw nggak enak bangetlah. Pas baru bisa duduk tenang buat ngobrol, pas banget dijemput, pas banget mama bilang suruh buruan pulang, padahal dianya udah nunggu berjam-jam. Dengan kesabaran beyond belief, he walked me to my car, sambil ngobrol-ngobrol soal agenda minggu ini as if nothing happened. Buset. Gw bener-bener harus mulai belajar sabar kayak ni orang. Sampe di depan pintu mobil, kita ngebahas kapan re-schedule sesi cerita-gosip-curhatan berikutnya sambil ketawa-ketawa. And again, as usual, diliat sampe my car was out of sight. Ah. Tranquilizer you are, best!

Love Scene 5

Location: Lantai 4 gedung H (a.k.a H4)

Time: from 12 ‘till 4 PM, with breaks of course.

Saat sesi menentukan karakter dan pernak-pernik penyusup..

Gw: “Kalo menurut gw, harus ada penyusup yang karakternya menyenangkan. Dia deket sama angkatannya, accessible. Bisa deket sama senior, bisa jadi penghubung tapi nggak terkesan penjilat. Akomodatif, tapi dalam tingkat yang tolerable. Bisa seru, tapi kalo lagi serius, semuanya nanggepin. Jadi loved gitu loh. Biar pas ngaku, ‘kena’ semua MaBanya. Hehee..”

Si A: “2007 yang kayak gitu siapa ya?”

Si B: “Emang ada? Susah tau..”

Si C: “Lah. Kenapa nggak Kak Silmi aja?”

Gw: *kaget* “Ya nggaklah.. “

Si C: “Loh? Kenapa?”

Gw: *Cuma bisa senyum. Alhamdulillah ya Allah. Semoga benar-benar bisa menjadi orang yang seperti itu..

—–

13:04, ada telfon masuk. Ngeliat siapa yang nelfon, langsung senyum dan ngangkat.

Gw: “Haii Kaaaaakk!”

Kak Kikoy: “Cint. Kamu ke KanLam deh. Aku sama Rania ada disini.. Katanya mau ngeliat skripsi aku? Kesini yaa..”

Gw: “Sipp. On the way..”

Sampe sana, di halaman kedua acknowledgements skripsinya Kak Kikoy, ada nama gw diantara semua senior 2004 dan 2003 yang menyemangati dan mewarnai kuliahnya selama ini.

Di halaman kedua acknowledgements skripsinya Kak Rania, di nomer 11. Wrote:

“11. Silmy Kamilah yang telah banyak bersabar dan member dukungan peneliti selama pengerjaan skripsi ini..”

Aduh. Trus gw berkaca-kaca. Trus Kak Kikoy ngusap mata gw dan bilang; “Jangan sedih, sayang. Aku minta maaf yan kalo aku sering ngeselin selama ini.. Jangan lupa & sombong nanti sama aku ya Cint..”

Oh God, I love them. and I’m devastated that they’ll be ‘leaving’ soon. Tapi tiba-tiba Kak Rania juga meluk lamaaa banget, terus bilang: “You shouldn’t be crying, Syl. I should be crying for leaving you..”

—–

Love Scene 6

Location: masih H4, lift gedung H

Time: almost three PM

Ini nih yang nggak kalah bikin speechless.

12:10

Text message

From: tecuun!

“Syl, kamu sampe sore kan hr ini? Dmana rapatny?”

At first I thought something was wrong, so I called her and she said she was just wandering. So I answered “H4”, she said okay, and we hung up.

Not long after that, I was worried, so I texted:

“Teh. Ga ngerti. Emang knp si?”

Dibalesnya:

“Gpp. Gw mau ke kampus & ktmu kamu aja.”

Trus jadi serem. Takut ada salah apaa gitu yang perlu dan belum dibahas. Jadi sms lagi.:

“Oh oke. Ga ada ‘apa2’ kan?”

Balesannya:

“Ga ada ‘apa2’ kok. Psyantai aja x) Happy meeting.”

Tuh kan. Ayo lho Syl. Inget-inget salah apa! I tried, but couldn’t seem to find something I did or say to her in a wrong manner. Makin khawatir. Apalagi setelah kejadian kemarin.. uh. Nggak tenang. Tapi rapat acara makin seru jadi gw larut dalam dinamikanya sampai tiba-tiba..

Nyun: “Syl, ada Teh Cune tuh..”

Gw: *sebelum nengok bilang ke diri sendiri; ayo Syl. insha Allah gpp. Bismillah aja…* terus balik badan dan menuju Teh Cune yang berdiri bawa blanjaan. Kayaknya abis jalan sama temen-temennya.

“Hey teh! “ sambil meluk.

“Hey Cint. Ini. Untuk kamu.” Sambil nyodorin plastik putih, tulisannya: sushi tei.

Aaaaaahhh!

“Kamu mesti mikir ini ‘apa2’ ya? Hehe. Aku abis jalan-jalan sama temen aku ke PIM. Trus inget kamu lagi pengen ini..”

“Ya ampun teeeeeh! Ini apa?” sambil ngeliat isi plastiknya..

“Tebak.”

Pas gw liat, terharu bgt: crispy rolls! Oh my God. I’ve been wanting them since Saturday!

“Kamu dari PIM, kesini dulu?”

“Iya, tadinya mau langsung pulang, tapi kesini dulu.”

“Cuma buat ngasih ini?”

“Iya. Hehe. Semoga maih enak ya, abis ‘kan aku bawa jalan-jalan..”

“Ya ampuun teeeh. Terharuuu!” sambil meluk.

“..” *sesek kali dipeluk gw segitunya. Hehee.

“Jadi kamu abis ini ngapain?”

“Pulang.”

“Jadi kesini bener-bener cuma mau ngasih ini ke aku?”

“Iya.”

“Ya ampuun teeehh! Aku terharuuu..” meluk lagi

“Yaelah, Syl. Kayak ama siapa aja.. Searah kok.”

“Tapi ‘kan tetep aja.. extra effort! Aduh makasih ya teeehh..” sambil meluk lagi.

“Iyaa..”

Sumpah. What a thoughtful thing to do. Makasih ya Teh. That was the best crispy roll I had ever J

—–

Love Scene 7

Sampe dirumah,

Gw crita sama Popo yang baru pulang dari RSPI untuk check-up Raia karena Raia demam (Oh baby, be well, soon!) tentang nama gw yang ada di skripsinya Kak Kikoy & Kak Rania, how I felt so happy being in their acknowledgement page. Popo senyum trus nanggepinnya gitu-gitu aja. Trus tadi, jam 11-an, dia sms nyuruh ke kamarnya.

Gw turun dan masuk. Dia ngasih buku, dan ngebuka halaman 3-nya. Pas gw baca: For my lil’ Sis. Thanks for making my heart smile. I’m sure you will be a more perfect person than me..

Gw tutup bukunya, and saw the title: Skripsinya Popo.

Itu acknowledgement page skripsinya Popo. I never read it before and I didn’t know that I’m in it too.

Pantes dia tadi cuma senyum dan nanggepin sekenanya. Ternyata dia langsung nyari skripsinya biar gw bisa liat. Clearly, gw ga bisa bilang apa-apa. Trus gw peluk dan bilang; “Oh thank you so much. You completed my day..”

—–

Oh God, my deepest gratitudes for giving me all of them to be a part of my life.

I feel so loved. And I’m hoping that it stays that way.

PS.

Incase you were wondering,

All you guys are definitely gonna make it to my acknowledgement page one day.

Thank you for loving me. Thank you. Endlessly.

whirlwind

June 23rd, 2008

Everything seems to move so fast lately. I mean, take SP for an example. Next week is already my midterm exams. Like, what?? I know! It felt like the first class was yesterday, and I’m having midterm exams next Monday? Geez. Let the girl breathe.

And welcome maba is really getting hectic, so is PMB. oh my acaraaa.. can’t wait to rapat-all-day-long with you guys tomorrow J ayo semangaaaaat! *soal kmaren, drop it ah. Mari move on x)

Oh. and I’m turning 20 in 3 months. Yes, you read it right; three very fast months. Two words: OH NO.

Anywaaaay. Hope everything goes well..