Amplop merah itu.

July 13th, 2008

Siapa yang sangka bisa
sampai kesini?

Ribuan lain
memanjatkan doa yang sama.

 

Tadi, dibawah sinar
itu, dunia berhenti. Beberapa detik saja.

Untukku. Untuk keajaiban
ini.

Aku lihat kelangit,
mencari Mu.

Lupa kalau Kau ada dalam hatiku, dan tidak pernah jauh.

 

Ah.

Siapa yang sangka bisa
sampai kesini?

Ditengah ratusan
mata-mata kaca yang bertasbih itu

Semua, untuk dan
karenaMu.

 

Aku melihat tulisan
itu sekali lagi.

Tersenyum, melangkah
turun, menundukkan hati

 

Dalam amplop merah itu
ada cahaya yang terukir.

.. Lalu aku bertakbir.

00:00

Ini semua untukMu, Rabbi.




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind